Rabu, 10 September 2014

Keinginan Seorang Sahabat

Sampai saat ini pun aku masih tidak bisa memilihkan nama panggilan untukmu yang terbaik dari yang terbaik, yang aku tau.. 

Aku memanggilmu, sahabat.. 

Ada rasa sedikit iri dan cemburu padamu, mengapa yang selalu berkeluh kesah selalu saja aku, rasanya kamu jarang sekali membutuhkan bahuku untuk bersandar, ataupun dadaku untuk kau peluk, jarang, bahkan tidak pernah.. 

Jujur dari dasar yang paling terdasar di hatiku, aku tidak ingin menangis di hadapanmu sahabatku.. 

Jikalau kamu memanglah sahabat sejatiku, tentu kamu akan tau bahwa dibalik senyumanku tersimpan air mata yang tinggal menunggu untuk mengalir, dibalik keceriaan dan ketegaranku, tersimpan masalah yang besar, dan ketika kamu datang mendekat dan bertanya padaku tentang keadaanku, aku berbohong.. 

Aku pun tidak dapat mengerti, mengapa sangat amat begitu seringnya aku mengeluh padamu sahabatku, aku pun juga tidak dapat mengerti mengapa hanya dirimulah yang aku ingat ketika diri ini sedang hancur.. 

Terpikir olehku untuk menyelesaikan masalahku sendirian, tapi.. 

Tidak bisa! Tidak bisa sahabatku.. 

Mau bagaimanapun berhasilnya aku menghadapi masalahku sendirian, tetapi tetap saja, aku selalu dapat menangis di pelukanmu sahabatku.. 

Masalah yang kuanggap selesai, ternyata belum sama sekali selesai ketika diri ini bercerita padamu.. 

Terkadang di malam hari yang sunyi aku ingin berteriak keras sekali, diri ini sangat ingin di pukul, kepala ini sangat ingin di siram, aku seperti orang gila.. 

Rasanya ingin sekali aku membangunkanmu dari tidur indahmu, mencurahkan keluh kesah di malam tenangmu, aku tidak membutuhkan yang lain, karena aku tau.. 

Kamulah yang bisa membuatku tenang sahabatku... 

Hanya denganmu aku bisa menangis, hanya denganmu aku bisa tersenyum dan tertawa riang, mau kemana lagi aku jika tidak kepadamu sahabatku.. 

Jangan kamu diam seperti ini!! 

Jangan menatapku dengan mata kasihanmu itu!! 

Jangan kamu memelukku dengan kasih sayang!! 

Jangan!!! 

Karena aku tidak pantas untuk mendapatkannya darimu.. 

Minta, minta, dan minta!! 

Hanya itu saja yang bisa aku lakukan padamu, aku bukan sahabat yang baik.. 

Iya kan? Bukan kan? 

Sahabatku.. 
Bolehkah aku meminjam bahumu? Sebentar saja.. 
Aku ingin bersandar.. 
Aku ingin berkeluh kesah.. 
Aku sedang sangat hancur sekarang.. 

Sahabatku.. 
Bolehkah aku memelukmu? 
Sebentar saja.. 
Aku ingin menangis.. 
Aku sedang sangat sedih sekarang.. 

Sahabatku.. 
Bolehkah aku meminta sedikit saja perhatian darimu? 
Aku.. 
Aku.. 

Aku ditinggalkan... 

Aku sendirian... 

Aku sakit sahabatku.. 

Sakit... 

Kasihanilah diri ini yang sudah sangat berlumuran air mata kepedihan, diri ini sudah lelah berjalan mencari ketenangan, dan diri ini sudah mati ketika sedang mencari kebahagiaan, jauh di ujung jalan sana, terdapat cahaya indah yang menyilaukan mata, yang perlahan-lahan menyelimuti tubuh rapuhku, dan ternyata.. 

Cahaya itu adalah kamu.. 

Sahabatku..

Tidak ada komentar:

Posting Komentar