Rabu, 10 September 2014

cerita sang gadis..

rintik hujan mengguyur lembut bingkai hati yang kecewa akan harapan yang tidak terlaksana,
terlihat setetes air di ujung sela-sela mata sang gadis mengharapkan kesayangan hatinya akan memenuhi kekosongan hati yang selama ini tidak terjamah,
mulutnya dipaksa mengunci walaupun ia ingin teriak merintih,
matanya ia sela agar air yang sudah berada di ujung matanya tidak jatuh mengalir,
hawa panas dari dalam tubuhnya ia tahan agar dapat memberikan penampilan yang terbaik didepan kesayangan hatinya..


sekarang sang gadis hanya bisa terbaring di sudut ruang yang menjadi kesukaannya,
ditemani oleh alunan lembut sendu para musisi dan beberapa butir-butir medis yang pahit..


perlahan-lahan..
apa yang selama ini ia kunci, apa yang selama ini ia sela,
dan apa yang selama ini ia tahan,
pecah menyeruak ke permukaan dan tidak bisa di bendung lagi..


sang gadis pun menangis...


hai kesayangan hati,
jangan kau merasa takut dan khawatir akan perasaan sayang dan cinta sang gadis untukmu,
hal itu sudah ia bingkai dengan indah lengkap dengan kesetiaan yang menjadi pelindungnya,
lengkap dengan doa tulus yang menjadi fondasinya,
dan lengkap dengan perhatian yang menjadi pemanisnya..


sang gadis sangat menyayangimu..


janganlah membuat sang gadis terbiasa tanpa kabar,
karena waktu dapat merubah segalanya,
ia ingin mewujudkan semuanya bersama-sama dengan dirimu, wahai kesayangan hati...


ia ingin bersama-sama mewujudkan hal itu sampai dengan akhir di keseriusan perjalanan cinta,
tidak akan bisa hal itu diwujudkan hanya dengan sebelah hati yang pincang,
ia butuh pasangan nya..


hai, kesayangan hati..
sang gadis tidak mau dirimu menuruti semua nafsu keinginan jiwa dan raganya,
ia tidak mau membuat dirimu berontak murka dan perlahan-perlahan pergi menghilang tanpa jejak,
sang gadis hanya ingin kesayangan hatinya memenuhi kekosongan hatinya tanpa harus tertatih dan mengemis-ngemis untuk sebuah perhatian..

Tidak ada komentar:

Posting Komentar