Rabu, 10 September 2014

cerita sang gadis 2

hai kekasih hati yang entah sedang dimana dan berada dimana, sang gadis disini selalu menantimu..
bukan hanya malam ini,
bukan hanya hari ini,
bukan hanya minggu ini,
atau bahkan bukan hanya di bulan-bulan ini..
hei.. sang gadis selalu menantimu setiap waktu.. setiap saat.. dan setiap jeda dalam hidupnya..

walaupun sang gadis tahu, dirimu disana penuh dengan kesibukan..
penuh dengan kepenatan,
penuh dengan luapan suasana hati yang tercampur,
dan penuh dengan rasa yang mungkin tidak nyaman..
untuk itulah sang gadis menahan dirinya..
menahan dirinya untuk membiarkanmu berkutat dengan duniamu..
membiarkanmu mencari kesenangan di dunia milikmu sendiri,
dan membiarkanmu melupakan nya sejenak untuk dirimu merangkai masa depanmu..

tak.. tak.. tak..
jam dinding di kamar sang gadis pun bersuara..
dia menyuarakan sesuatu yang sebenarnya sudah ada di dalam benak sang gadis sedari tadi..
sesuatu yang sebenarnya mengganjal hatinya..

tik.. tik.. tik..
hujan pun turun membasahi angan-angan imajinasi sang gadis tentang kekasih hatinya..
semilir angin dingin yang membuat bulu kuduk merinding pun menyelimuti sang gadis..
hei.. kekasih hati..
kamu dimana???

sang gadis takut..
sang gadis khawatir..
sang gadis gelisah..
dan sang gadis pun kesal..
ya.. kesal..
karna dia tidak bisa melakukan sesuatu apapun untuk kekasih hatinya saat ini..

diam.. diam.. dan diam..
melamun.. merenung.. sambil memandangi sebuah layar kecil di hadapannya..
tatkala mungkin sang kekasih hati memberikan sebuah kabar..

gundah.. resah.. dan..
ah!! diamlah!! sudaaahh!!!
teriak sang gadis di dalam hati..
teriakan hatinya menyeruak ke permukaan dan membuat seluruh tubuhnya terdiam..

tes.. tes.. tes..
air mata sang gadis pun menetes..
ya.. sang gadis memang cengeng!
ya.. sang gadis memang mudah sekali untuk menangis,
kekasih hatinya pun mengakui hal itu..

sang gadis pun kembali terdiam..
ia teringat pertengkaran dan luapan emosinya kepada sang kekasih hati di masa yang lampau..
ia masih sangat ingat di hampir dini hari yang lalu..
sebuah emosi yang tidak terkendali bercampur dengan kata-kata yang sudah lama di pendam dan keluar memecah keheningan gulita..

rasa sayang.. kesetiaan.. janji berdua.. perasaan cinta..
sekejap saja tertutup rapat tanpa celah di hari itu..
sekejap saja langsung tergantikan oleh tangisan.. emosi.. amarah.. dan ego..

dengan nada suara yang membelai lembut indra pendengaran sang gadis,
sang kekasih hatipun melemparkan permintaan maaf tepat di lubuk hati sang gadis yang terdalam..
di belainya manja sang gadis dengan kata-kata indah janji mereka berdua dulu..
berbisik renyah untaian-untaian kata menjanjikan kisah cinta mereka..
dan tercium mesra wewangian kata sayang dan cinta serasa memeluk hangat sang gadis

pintu yang sempat tertutup rapat tadi pun mengintip manja dari sela-sela lubang intipnya,
tatkala kedua hati yang sudah kembali merenda kasih pun membuatnya kembali terbuka lebar,
hei.. mereka berbaikan..

tak mau kejadian kelam itu kembali terjadi,
sang gadis pun menghapus cepat air matanya yang sempat turun,
ia pun menarik nafas dalam dan membuat sang emosi mereda hilang perlahan-lahan..

tak.. tak.. tak..
walaupun suara jam dinding itu mengganggu hati sang gadis,
tapi..
sang gadis pun tetap setia menanti..
setia menanti wahai sang kekasih hati..

Tidak ada komentar:

Posting Komentar