Jumat, 04 Juni 2010

Aku, Kamu, dan Mereka

Aku…
Siapakah aku…?
Aku yang tidak pernah bisa melakukan sesuatu dengan benar
Aku yang selalu dilihat salah oleh orang lain
Apa yang aku kerjakan, tidak ada satu pun yang berarti di mata mereka

Aku...
Apakah aku ini...?
Aku adalah orang yang paling bodoh
Merasa diriku yang tak pernah bisa mengerjakan sesuatu yang dianggap mudah oleh orang lain
Semua orang bisa mengerjakan nya
Terkecuali aku...

Aku...
Untuk apa aku ini...?
Terasa sekali hidup ini hanya untuk menghakimiku
Aku yang selalu diam jika di marahi
Aku yang selalu menerima hinaan dari orang lain
Aku yang hanya bisa menangisi diri ini yang terlihat tidak berguna

Aku... Aku... dan Aku...
Selalu aku, hanya aku dan kenapa harus aku...?
Tangis... Tangis... dan Tangis...
Kenapa hidupku tidak pernah mau menjauh dari tangisan?
Sudah lelah mata ini untuk menangis dan sudah hampir habis air mata ini
Tapi aku tahu, mereka tidak akan tinggal diam sampai air mata ini benar-benar habis
Salah... Salah... dan Salah...
Apakah ada kata benar di diriku ini?
Apakah memang hanya ada kata salah di diri ini?

Aku selalu lakukan apa yang aku bisa
Aku selalu coba apa yang aku gak bisa
Aku selalu sabar menerima hinaan orang lain
Aku yang selalu berusaha tegar walaupun dalam hati ini hancur
Aku yang selalu coba untuk tertawa walaupun mata ini tidak mau berhenti menangis
Aku lakukan ini untuk mereka semua
Aku lakukan yang terbaik untuk mereka
Aku korbankan segala yang aku punya demi mereka

Aku lakukan untuk kebahagiaan mereka
Aku lakukan untuk satu senyum di wajah mereka
Aku lakukan untuk satu tawa di raut muka mereka
Tidak peduli apa yang terjadi pada hati dan perasaanku
Retak, pecah, hancur dan menghilang hingga tidak terlihat lagi
Sakit fisik yang aku derita ternyata belum cukup bagi mereka
Di tambahkan nya lagi sakit batin yang berkali-kali lipat yang diberikan padaku
Hingga tidak ada perasaan yang berarti dalam fisik maupun batinku

Semua... untuk mereka
Tapi apa yang aku dapat?
Selalu saja salah
Selalu saja di marahi
Selalu saja di salahkan
Selalu saja di hina
Selalu saja menangis

Terdampar... terasing... tersudut....
Hanya bisa diam menunggu mati...
Jika aku tidak ada...
Tidak ada selamanya di hidup ini...
Masihkah aku di salahkan?
Masihkah aku di hina?
Masih adakah air mata yang mengalir dari jasad tubuhku?

Lalu bagaimanakah perasaan kalian?
Senangkah? Bahagiakah? Damaikah?
Mungkin saja kalian semua tertawa senang terbahak-bahak
Karena sudah berkurang satu orang
Satu orang yang tidak pernah melakukan sesuatu dengan benar
Satu orang yang selalu merepotkan
Satu orang bodoh yang tidak berguna
Satu orang yang tidak di harapkan
Satu orang...
Hanya satu orang... yaitu aku,
Hanya aku...

Harapan yang aku tanam
Dari bibit usahaku sendiri tanpa bantuan orang lain
Dari tanah tubuhku yang tidak pernah merasa lelah
Dari pupuk kerja kerasku yang selalu aku berikan tanpa ada sedikit pun pamrih
Dari air ketulusan hatiku yang tidak dapat di beli dengan materi
Tapi kenapa harapan itu tidak kunjung tumbuh?

Ternyata...
Bibitnya yang sudah tidak ada lagi
Tanah nya sudah kering
Pupuk nya yang sudah habis tidak tersisa
Air nya pun sudah tidak bisa di temukan lagi
Turut berjalannya waktu...
Perlahan tapi pasti
Matilah sudah harapan itu
Berharap adanya hujan pun percuma
Karena hanya aku yang berharap
Aku... hanya aku...
Sendiri...
Dan selalu seperti itu

Tidak tahu kapan itu semua akan berubah
Tidak tahu kapan ada keajaiban yang datang
Tidak tahu kapan kuasa tuhan akan bertindak
Tidak tahu kapan, dimana, dan bagaimana

Selama itu...
Aku hanya bisa diam menunggu
Begitukah?
Tentu tidak,
Aku akan tetap terus berusaha
Karena aku tidak mau hidup yang berharga ini
Hidup yang hanya sekali diberikan padaku
Hidup yang tidak bisa di gantikan dengan apapun
Hidup yang begitu mahal harganya yang siapapun tidak bisa membelinya
Hanya aku isi dengan diam dan hanya menunggu

Menunggu sesuatu hal yang aku tidak tahu kapan hal itu akan datang
Menunggu sendiri sampai hidupku pergi dengan sendirinya
Membawa nya pergi ketempat yang sangat jauh tanpa membawa sesuatu yang berarti
Tidak...!
Aku tidak akan lakukan itu

Walaupun aku sendiri
Walaupun orang-orang memandangku lemah
Walaupun orang-orang menganggapku salah
Walaupun orang-orang selalu memarahi dan menghina diri ini
Aku tetap akan berusaha
Apapun yang terjadi
Akan aku lakukan itu sampai jiwa raga ini sudah tidak sanggup

Berharap semua orang mengerti dan memahamiku
Berharap bisa untuk tahu perjuangan yang sudah ku lakukan
Hingga aku dapat membuktikan pada dunia
Bahwa aku tidak seperti yang mereka pikir
Bahwa aku tidak seperti yang mereka katakan
Dan bukan aku yang seperti mereka lihat
Karena aku disini... selalu berharap yang terbaik untuk semuanya

Kamu...
Hal terindah yang ku miliki
Hal terbaik yang ku rasakan
Kamu...
Tidak tergantikan

Kamu...
Yang selalu buatku tersenyum
Yang selalu buatku tegar
Yang selalu buatku kuat
Kamu...
Adalah alasan nya

Kamu...
Yang aku sayangi
Yang aku cintai
Yang aku jaga
Kamu...
Kekasih ku di dunia ini

Tuhan...
Dengarakanlah aku...
Aku cinta dia
Aku menyayanginya
Aku membutuhkannya
Aku mohon...
Berikanlah aku hidup
Agar aku bisa selalu bersamanya...

Tuhan...
Aku bersimpuh dan berjanji padamu...
Tidak akan pernah aku menyakitinya
Tidak akan pernah aku melukainya
Tidak akan pernah aku membuatnya bersedih
Tidak akan pernah tuhan...
Tidak akan...
Jika pernah...
Hukumlah aku...

Kamu...
Yang selalu aku percaya
Yang selalu ada di hati
Yang selalu menjadi penghibur diri ini
Aku mohon...
Jangan kau khianati perasaan ini
Jangan kau sakiti hati ini
Jangan kau lukai perasaan ini
Dan jangan buat menangis mata ini

Hanya itu yang aku minta
Aku meminta pada kekasih hatiku di dunia ini
Yaitu kamu, dan memang hanya kamu
Tidak ada yang lain selain kamu
Karena aku hanya menyimpan satu nama di hatiku
Karena aku hanya memakai satu cincin di jariku
Karena aku hanya mengingat satu wajah, satu senyum, satu tawa
Dan itu... Kamu...

Pernah ku merasa tersakiti?
Pernah ku merasa dilukai?
Pernah ku merasa di tangisi?
Jawabannya adalah... Pernah...

Kamu tidak mengerti perasaanku
Kamu tidak memahami keinginanku
Kamu yang tidak pernah inisiatif
Kamu yang selalu buatku menangis
Kamu yang selalu buatku kecewa
Kamu yang selalu buatku sedih
Kamu yang tidak pernah memikirkanku
Kamu yang tidak percaya padaku
Kamu yang selalu memarahiku
Kamu yang selalu dendam padaku
Kamu yang selalu tidak pernah menganggapku
Kamu... Kamu... dan Kamu

Tapi...
Satu hal yang kamu perlu tahu...
Aku yang selalu coba mengerti perasaanmu
Aku yang selalu ingin memahami keinginanmu
Aku yang selalu berusaha untuk inisiatif
Aku yang selalu berusaha untuk tidak buatmu menangis
Aku yang selalu berusaha untuk tidak buatmu kecewa
Aku yang selalu berusaha untuk tidak buatmu bersedih
Aku yang akan selalu memikirkanmu
Aku yang akan selalu percaya padamu
Aku yang tidak akan pernah marah padamu
Aku yang tidak akan pernah mau dendam padamu
Dan aku yang selalu menganggapmu ada

Sesakit apapun kamu menyakitiku
Sesering apapun kamu berbuat kesalahan
Tapi...
Aku akan selalu memaafkan
Jika tidak bisa...
Aku akan selalu coba... coba... dan coba...
Aku akan selalu berusaha… usaha… dan usaha…
Sampai diriku, hatiku, dan perasaanku mau memaafkanmu sepenuhnya… seutuhnya…

Aku…
Tidak meminta sesuatu yang sulit padamu
Karena aku mencintaimu apa adanya
Bukan ada apanya

Aku tidak bermaksud memaksamu
Sangat tidak...
Tapi bolehkah hati ini mempunyai harapan padamu kasih?
Hati kecil ini memohon lirih pada hati kecilmu

Berharap agar kau menyayangiku seperti aku yang akan selalu menyayangimu
Berharap agar kau mencintaiku seperti aku yang akan selalu mencintaimu
Berharap agar kau selalu ada di sisi seperti aku yang tidak akan pernah meninggalkanmu
Berharap agar kau setia seperti aku yang tidak akan pernah mendua
Berharap agar kau pengertian seperti aku yang selalu mengertimu
Berharap agar kau mau mengajariku dengan baik seperti aku yang akan selalu mau membantumu
Berharap agar kau tidak membenci, tidak memarahi, tidak mendendam
Seperti aku yang selalu sabar menghadapi dirimu

Berharap... berharap... dan berharap...
Apakah memang benar itu hanyalah sebuah harapan?
Berharap itu semua jadi kenyataan, mustahil kah?
Cuma kamu yang bisa menjawabnya
Hanyalah kamu seorang... kekasihku...

Mereka...
Siapa...?
Merekalah yang selalu ada di hatiku semenjak aku di lahirkan
Merekalah yang selalu mencukupi kebutuhanku di dunia ini
Mereka adalah orang-orang yang mencintaiku
Mereka adalah orang-orang yang menyayangiku
Mereka adalah orang-orang yang peduli padaku

Tapi...
Kenapa mereka selalu bisa membuatku untuk tidak betah disana?
Padahal mereka mencintai, menyayangi, dan peduli padaku
Tapi tanpa mereka sadari
Aku tidak pernah mendapatkan hal itu
Cinta, sayang, kepedulian...
Dimana mereka memberinya?
Kenapa aku tidak bisa menemukannya?

Yang aku temukan hanyalah
Pertengkaran, kehancuran, dan kesepian
Suara-suara gertakan dan teriakan yang terlontar
Membuat diri ini ingin segera keluar kemanapun asalkan tidak disana bersama mereka
Hubungan antara kita yang tidak harmonis membuat semuanya hancur
Dan kesibukan yang sangat terlalu menyita waktu mereka
Hingga sepi tidak mau berpindah tempat dan menetap erat di dalam diriku

Untukku... untukku dan untukku
Itulah alasan yang mereka pakai untuk menjawab pertanyaanku
Untukku?
Kapan aku memintanya?
Kapan aku membicarakannya?
Kapan aku menyuruhnya?
Terucap satu kalimat saja tidak
Bagaimana mereka bisa berkata semua ini untukku?

Pertengkaran, kehancuran dan kesepian
Apa itu yang mau mereka berikan untukku?
Begitukah?
Kalau begitu mereka berhasil melakukannya
Berhasil membuatku tahu akan satu hal
Mereka tidak benar-benar mencintaiku, menyayangiku, dan peduli padaku

Materi... materi dan hanya materi
Bukan itu yang ku butuhkan...!!!
Aku memang butuh materi tapi aku butuh lebih dari itu...!!!
Tahukah kau?
Materi tidak bisa membeli cinta
Materi tidak bisa membeli kasih sayang
Materi tidak bisa membeli perasaan
Sekalipun hal itu kau lakukan kepada buah hatimu sendiri

Buah hati yang kau bilang permata hatimu
Yang kau bilang harta paling berharga untukmu
Yang kau bilang tidak akan pernah tergantikan
Yang kau bilang bahwa buah hatimu adalah titipan tuhan
Yang kau bilang... kau bilang... dan kau bilang

Lihatlah aku...
Aku ingin berkata dan bertanya
Jujur...
Dari dalam lubuk hati ini
Berharap mereka mau mendengar dan menjawabnya

Durhaka kah aku berkata demikian pada mereka?
Aku tidak peduli...!!!
Aku sudah muak...!!!
Kesabaranku sudah mencapai batasnya, sudah habis...!!!
Air mata ini juga sudah tidak mampu menangis lagi…!!!
Aku... aku...
Aku tidak tahu apa lagi yang harus aku lakukan sekarang

Cintai aku, sayangi aku, peduli padaku...
Lakukanlah itu.... tolong...
Jangan hanya sekedar berkata manis di depanku
Aku, hatiku, perasaanku, jiwa dan ragaku
Butuh bukti...
Nyata, bukan hayalan semata

Mereka yang disana...
Mengertilah....
Aku seperti ini
Demi keutuhan kita bersama
Tidak ada niat sedikitpun dariku untuk menghancurkan
Sama sekali tidak

Aku menyayangi kalian
Aku mencintai kalian
Aku peduli pada kalian
Aku inginkan yang terbaik untuk kalian
Dan hal itu tidak akan pernah berubah
Selamanya...

Tidak ada komentar:

Posting Komentar