Jika tuhan bertanya padaku...
Apa yg kamu rasakan saat ini?
Aku kan menjawab...
Aku sedih, kecewa, sakit, perih, marah, kesal, luka, gelisah.
Dan jika tuhan bertanya kembali, mengapa kau seperti itu?
Aku pun akan menjawab...
Karena dia tuhan...
Jika ibuku bertanya padaku...
Kamu kenapa?
Aku kan menjawab...
Aku sebel, sakit hati, bete, marah, dendam.
Dan jika ibuku bertanya kembali, kenapa bisa begitu?
Aku pun kan menjawab...
Karena dia...
Jika seorang teman bertanya padaku...
Apa kabar?
Aku kan menjawab...
Sangat tidak baik,
Dan jika temanku bertanya kembali, kok jawabannya begitu?
Aku pun menjawab...
Tanya sajalah sama dia...
Jika dia bertanya padaku...
Kamu kenapa?
Aku pun diam saja, tidak mau menjawab pertanyaan darinya.
Dan dia pun bertanya kembali, siapa yg buat kamu jadi seperti ini?
Aku pun tetap tidak menjawab, yg menjawab hanya air mataku.
Dan seketika itu juga dia berkata,
Maaf... karena aku kamu jadi seperti ini.
Aku pun menjawab...
Air mataku lah jawaban nya.
Dan dia pun kembali bertanya, air mata kamu? kenapa?
Karena air mata ini mengalir untuk tahu siapa yg membuatnya seperti itu, dan jika air mata ini tidak mau berhenti mengalir, berarti ia tahu bahwa kau lah yg selalu membuatnya seperti itu, terus menerus hingga air mata ini habis...
Lalu dia bertanya kembali, lalu apa yg harus aku lakukan?
Aku pun menjawab...
Buatlah agar mata ini tidak meneteskan sedikit pun air matanya, dan berusahalah agar bukan kamu yg menyebabkan air mata itu menetes.
Lalu dia mengucapkan sebuah janji padaku...
Aku janji, tidak akan membiarkan air matamu mengalir karena aku, dan aku akan berusaha untuk tidak setetes pun membuatnya mengalir dari matamu, tidak akan!
Aku pun menjawab...
Janganlah kamu berjanji jika nantinya kamu tidak bisa tepati, hingga akhirnya kamu hanya akan membuat air mata ini mengalir lagi.
Dia pun berkata, lalu aku harus bagaimana? Aku capek dengan semua ini!
Aku pun menjawab...
Aku juga capek! terlebih mataku yg selalu meneteskan air matanya setiap hari hanya untuk kamu, ku rasakan itu hingga tidak ada lagi setetes air mata pun yg keluar dari mataku, kenapa? karena air mata ini sudah habis! itu pertanda betapa seringnya kamu membuat mata ini menangis, terus menerus hingga habis, kering tak tersisa.
Aku pun bertanya sebuah pertanyaan untuk nya...
Pernakah air matamu mengalir karena aku?
Dia pun tidak menjawab, dia diam dan hanya geleng-geleng kepala.
Lalu aku pun berbicara kembali...
Jika kamu minta pun, aku tidak pernah tega membuat air matamu mengalir, setetes pun aku tidak akan pernah mau dan gak akan pernah bisa untuk melakukannya, kenapa?
Karena aku selalu berusaha untuk tidak membuat matamu menangis, walaupun kamu sering membuatku menangis, tapi aku tidak dendam... aku tidak mau kamu menangis karena aku, karena itu pertanda bahwa aku telah menyakitimu, tapi aku tidak mau menyakitimu, karena aku tulus mencintaimu apa adanya...
Lalu tanpa sadar, mengalirlah air matanya tetes demi tetes di depan mataku.
Aku pun bertanya, mengapa kamu menangis?
Dia pun menjawab, mata ini menangis karena kamu...
Aku pun bertanya kembali, karena aku? itu berarti aku telah menyakitimu...
Dia pun menjawab...
Tidak! kamu tidak menyakitiku... air mata ini mengalir karena bahagia...
Aku pun menjawab...
Bahagia? kenapa?
Karena air mata ini sudah melihat siapa yg selama ini tidak membiarkan nya mengalir dengan mudah dari mataku, dan mata ini pun akhirnya tahu siapa orang yg selama ini tidak pernah membuatku menangis, dan sekarang aku pun tahu bahwa kamu lah orang yg selama ini tulus mencintaiku, dan aku sangat menyesal karena telah sering membuatmu menangis, karena itu pertanda betapa seringnya aku menyakiti kamu, aku minta maaf... dan aku pun terima jika kamu tidak bisa memaafkanku, karena aku sadar betapa sering nya aku berbuat kesalahan padamu...
Mulai sekarang, aku yg akan menjagamu, tidak akan pernah aku biarkan kamu menangis lagi, dan aku tidak akan pernah mau untuk membuat kamu menangis lagi, aku akan berusaha untuk itu, dan biarkanlah aku menjadi seseorang yg menjaga perasaanmu seperti yg kamu lakukan padaku, yaitu tulus mencintaiku apa adanya...
Tidak ada komentar:
Posting Komentar