Minggu, 23 Juni 2013

Di Doa Ibuku, Namaku Disebut..

“Di waktuku, masih kecil.. gembira dan senang..
Tiada duka kukenang, tak kunjung mengerang..
Di sore hari yang sepi, ibuku bertelut..
Sujud berdoa kudengar.. namaku disebut..
Di doa ibuku, namaku disebut..
Di doa ibuku dengar.. ada namaku disebut..”

Itu hanyalah sedikit dari secarik lirik lagu yang membuatku terharu bahkan meneteskan air mata, dan aku menyaksikan secara nyata kemarin bahwa lirik itu, benar adanya..

Aku kemarin pulang kuliah sangat terlambat, yaitu bisa di bilang pas di waktu Maghrib karena dosen yang mengajar pada jam mata kuliah terakhir itu adalah memang dosen sore.. Ku langkahkan kakiku masuk kedalam rumah, selangkah demi selangkah ku lewati beranda rumah hingga ke ruang tamu, sebelum mencapai kamarku, terdengar sayup ku dengar dari arah ruang sholat..

Ibuku, sedang berdoa..

Di dalam doa nya ku mendengar beliau meminta perlindungan dan kesehatan untukku, dengan linangan air mata, beliau memohon agar aku selalu bahagia dan sukses selalu menyertaiku, dengan mata berkaca-kaca dan suara yang lirih beliau memanjatkan doa itu kepada Sang Maha Pencipta, dengan di akhiri oleh sujud dan beberapa doa penutup, beliau pun menoleh ke arahku..
Sambil mengusap air matanya beliau berkata,

“eh kakak sudah pulang?? kakak ngapain disitu?” katanya sambil tersenyum

Dengan linangan air mata, langsung ku baringkan kepalaku di pangkuan nya, dia membelai rambutku dengan lembut sambil berkata..

“kakak kenapa?” tanya nya

Aku hanya menggeleng-gelengkan kepalaku, tidak ada sepatah kata pun keluar dari mulut ini, aku hanya terdiam.. Perlahan-lahan air mata ini pun turun, mengalir perlahan-lahan teriring dengan isakan..

“mama berdoa seperti itu setiap hari?” tanyaku
“iya.. setiap hari sampai akhir hidup mama, mama akan berdoa untuk anak-anak mama, mama memohon keselamatan, kebahagiaan, kesehatan dan kesuksesan untuk anak-anak mama, kakak dan dede..” katanya
“mama tidak berdoa untuk diri mama sendiri?” tanyaku

Sambil terus membelai lembut rambutku, beliau berkata..

“harta mama yang paling berharga didunia ini hanyalah anak-anak mama.. selain itu mama tidak punya apapun, selama ini semua yang sudah mama lakukan itu hanyalah teruntuk anak-anak mama.. kebahagiaan mama adalah kebahagiaan anak-anak mama..” katanya

Aku pun bangun dan langsung memeluk sosok wanita yang paling hebat di dalam hidupku itu, di dalam dekapan hangatnya aku pun menangis.. menangis yang sangaaat panjang.. Sambil memberikan senyuman nya yang hangat, di cium nya lembut keningku, di hapusnya air mataku, dan di rapihkan nya rambutku.. Dan masih sambil menangis terisak, aku pun berkata..

“ma.. maaf.. maafin aku ma..” kataku lirih
“sebelum kamu meminta maaf, mama sudah memaafkanmu anakku..” katanya

Di peluknya aku hingga aku merasakan kehangatan yang sangat nyaman, bau badannya yang menyenangkan, dan belaian nya yang menenangkan.. Aku sangat menyukai hal itu.. Hal itu merupakan satu dari semua hal yang kusuka di dunia ini.. Di dalam hati, aku pun berkata

“Ya Allah, terima kasih karena Engkau telah memberikanku seorang Malaikat yang sangat baik dan sangat lembut, ku panggil Malaikat itu dengan sebutan, Ibu.. Ya Allah.. rendahkanlah suaraku di hadapannya, perindahlah ucapanku saat di depannya, lunakkanlah watakku dan lembutkanlah hatiku untuknya, Ya Allah..”

Aamiin.. :’)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar