Tulisan ini
terlahir gak sengaja, terinspirasi dari mata kuliah dok,kep di kampus
tadi.. dan omongan yang di suarakan oleh dosen gw tadi di kampus, ehm..
agak jleb gimana gitu! masih terngiang-ngiang sampai sekarang! hehehe..
dosen gw di tengah-tengah materi tadi bilang..
"orang gemuk itu juga cantik kok.. dan saya lebih baik melihat seseorang yang mempunyai jidat lebar tapi wajahnya menyenangkan daripada melihat wajah cantik tapi judes dan gak tau sopan santun, melihat saya saja ogah, padahal kan ada orang yang lebih tua di hadapan nya dia, bagaimana bisa dia di hargai kalau dia nya sendiri tidak menghargai orang lain? fisik bukan patokan lah.."
Ya kurang lebih itulah yang di bilang sama dosen gw di tengah-tengah materinya itu, emang sih agak ngelantur dari topik mata kuliah, tapi kata-katanya tuh buat gw gimana gitu.. mungkin temen-temen yang 1 kampus dan 1 angkatan sama gw ngerasain hal yg sama, maybe? hehe,
Tak ada makhluk yang sempurna, kita harusnya bersyukur dengan apa yang telah kita miliki dan kita terima dari sang pencipta. Tak dipungkiri, kita sering mempermasalahkan masalah kesempurnaan fisik. Akan tiba saatnya kita gak merasa mantap terhadap diri kita sendiri. Mungkin kita gemuk, bongsor, kurus, pendek, hitam, pesek, botak, dan yang lainnya. Kita mungkin beranggapan bahwa seluruh dunia memperhatikan kekurangan kita. Kita mungkin merasa malu, seakan-akan ada sebuah lampu sorot yang besar menyinari semua ketidaksempurnaan kita. Setitik jerawat bisa tampak sebesar bola sepak dan baju yang kurang oke membuat kita ingin menggali lubang dan bersembunyi di dalamnya. Kita mungkin merasa malu atau canggung, dan ini mungkin yang menyebabkan kita sulit bergaul dengan orang lain.
Jadi, bagaimana agar kita merasa mantap terhadap diri sendiri? Kunci untuk menghadapi semua permasalahan ini adalah dengan sikap. Kalau kita gak merasa PD dengan penampilan kita, kita mungkin akan merasa demikian pula dengan segala aspek dalam diri kita. Tapi kalau kita bisa menerima penampilan kita, kita akan merasa mantap juga terhadap diri sendiri dalam bidang apapun.
Para remaja, sayangnya, sering di olok-olok karena penampilan fisik mereka. Kalau ada yang mengolok-olok kamu, yakinkan dirimu sendiri bahwa merekalah yang bermasalah. Cuekin aja kata-kata mereka. Orang-orang yang mengolok-olok itu hanya akan mendapatkan kepuasan jika kita bereaksi secara emosional atau merasa sedih. Yang benar-benar penting adalah apa yang terjadi di dalam diri kita, bukan apa yang terjadi pada penampilan fisik kita!
Hal pertama yang harus diingat adalah semua remaja melewati masa-masa ketika mereka serba kurang atau serba gak menarik. Jadi, wajar aja kalau sekarang kita merasa begitu, tapi jadi gak sehat kalau kita terus memikirkan hal-hal yang negatif. Dewasalah dalam seluruh aspek kehidupan. Pertumbuhan fisik hanyalah satu bagian dari proses menuju kedewasaan. Jangan buang-buang waktu memikirkan ketidaksempurnaan fisik! Kalau ada langkah-langkah yang bisa dilakukan untuk tampil lebih menarik, lakukan dan upayakanlah. Namun kalau ada hal-hal yang gak bisa diubah, jangan memaksa, belajarlah untuk menerimanya dan optimalkan apa aja yang kita miliki. Jangan buang waktu untuk berangan-angan memiliki penampilan yang lebih mempesona apalagi mencoba menjadi orang lain. Percaya deh, gak akan pernah ada orang yang kayak kamu! Nikmati keunikan dirimu. Dunia ini akan menjadi tempat yang membosankan banget kalau semua orang kelihatan sama.
Kalau mau saran, gw cuma bisa nyaranin pelihara tubuh lo dengan baik. Sayangi diri lo sendiri dan rawat tubuh lo itu. Prioritaskanlah kesehatan, itu gak hanya akan membuat lo kelihatan lebih menawan, tapi juga lo akan merasa mantap terhadap diri lo sendiri. Tapi menurut gw lagi, inner beauty itu lebih baik ketimbang kesempurnaan fisik. Lagian, kembali ke awal tadi, mana ada sih manusia yang sempurna? Apa yang tampak indah itu tidak selalu baik, tapi apa yang baik akan selalu tampak indah. Lakukan hal-hal yang baik bagi diri lo dan bagi orang lain, dan kecantikan sejati dari diri lo akan bersinar terang :)
dosen gw di tengah-tengah materi tadi bilang..
"orang gemuk itu juga cantik kok.. dan saya lebih baik melihat seseorang yang mempunyai jidat lebar tapi wajahnya menyenangkan daripada melihat wajah cantik tapi judes dan gak tau sopan santun, melihat saya saja ogah, padahal kan ada orang yang lebih tua di hadapan nya dia, bagaimana bisa dia di hargai kalau dia nya sendiri tidak menghargai orang lain? fisik bukan patokan lah.."
Ya kurang lebih itulah yang di bilang sama dosen gw di tengah-tengah materinya itu, emang sih agak ngelantur dari topik mata kuliah, tapi kata-katanya tuh buat gw gimana gitu.. mungkin temen-temen yang 1 kampus dan 1 angkatan sama gw ngerasain hal yg sama, maybe? hehe,
Tak ada makhluk yang sempurna, kita harusnya bersyukur dengan apa yang telah kita miliki dan kita terima dari sang pencipta. Tak dipungkiri, kita sering mempermasalahkan masalah kesempurnaan fisik. Akan tiba saatnya kita gak merasa mantap terhadap diri kita sendiri. Mungkin kita gemuk, bongsor, kurus, pendek, hitam, pesek, botak, dan yang lainnya. Kita mungkin beranggapan bahwa seluruh dunia memperhatikan kekurangan kita. Kita mungkin merasa malu, seakan-akan ada sebuah lampu sorot yang besar menyinari semua ketidaksempurnaan kita. Setitik jerawat bisa tampak sebesar bola sepak dan baju yang kurang oke membuat kita ingin menggali lubang dan bersembunyi di dalamnya. Kita mungkin merasa malu atau canggung, dan ini mungkin yang menyebabkan kita sulit bergaul dengan orang lain.
Jadi, bagaimana agar kita merasa mantap terhadap diri sendiri? Kunci untuk menghadapi semua permasalahan ini adalah dengan sikap. Kalau kita gak merasa PD dengan penampilan kita, kita mungkin akan merasa demikian pula dengan segala aspek dalam diri kita. Tapi kalau kita bisa menerima penampilan kita, kita akan merasa mantap juga terhadap diri sendiri dalam bidang apapun.
Para remaja, sayangnya, sering di olok-olok karena penampilan fisik mereka. Kalau ada yang mengolok-olok kamu, yakinkan dirimu sendiri bahwa merekalah yang bermasalah. Cuekin aja kata-kata mereka. Orang-orang yang mengolok-olok itu hanya akan mendapatkan kepuasan jika kita bereaksi secara emosional atau merasa sedih. Yang benar-benar penting adalah apa yang terjadi di dalam diri kita, bukan apa yang terjadi pada penampilan fisik kita!
Hal pertama yang harus diingat adalah semua remaja melewati masa-masa ketika mereka serba kurang atau serba gak menarik. Jadi, wajar aja kalau sekarang kita merasa begitu, tapi jadi gak sehat kalau kita terus memikirkan hal-hal yang negatif. Dewasalah dalam seluruh aspek kehidupan. Pertumbuhan fisik hanyalah satu bagian dari proses menuju kedewasaan. Jangan buang-buang waktu memikirkan ketidaksempurnaan fisik! Kalau ada langkah-langkah yang bisa dilakukan untuk tampil lebih menarik, lakukan dan upayakanlah. Namun kalau ada hal-hal yang gak bisa diubah, jangan memaksa, belajarlah untuk menerimanya dan optimalkan apa aja yang kita miliki. Jangan buang waktu untuk berangan-angan memiliki penampilan yang lebih mempesona apalagi mencoba menjadi orang lain. Percaya deh, gak akan pernah ada orang yang kayak kamu! Nikmati keunikan dirimu. Dunia ini akan menjadi tempat yang membosankan banget kalau semua orang kelihatan sama.
Kalau mau saran, gw cuma bisa nyaranin pelihara tubuh lo dengan baik. Sayangi diri lo sendiri dan rawat tubuh lo itu. Prioritaskanlah kesehatan, itu gak hanya akan membuat lo kelihatan lebih menawan, tapi juga lo akan merasa mantap terhadap diri lo sendiri. Tapi menurut gw lagi, inner beauty itu lebih baik ketimbang kesempurnaan fisik. Lagian, kembali ke awal tadi, mana ada sih manusia yang sempurna? Apa yang tampak indah itu tidak selalu baik, tapi apa yang baik akan selalu tampak indah. Lakukan hal-hal yang baik bagi diri lo dan bagi orang lain, dan kecantikan sejati dari diri lo akan bersinar terang :)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar