Beberapa hari ini tiap malam aku selalu menangis, aku selalu menyesal, dan aku selalu bersedih, knp?
Karena diriku sendiri..
Aku tidak menyalahkan kamu, tidak..
Karena aku sadar kalau kamu menjadi seperti sekarang ini karena aku..
Demi tuhan aku sangat menyesal dan minta maaf sama kamu..
Di awal kt menjalin hubungan, itu terasa sangat indah.. Aku mencintaimu, aku menyayangimu, tulus..
Sekarang teringat semua kenangan masa lalu kita, ketika kamu menyatakan cinta kepadaku, ketika kita bersama, ketika kita masih sangat berkomunikasi, dan yang lain nya.. Tidak terasa 2 bulan sudah kita menjalin cerita cinta ini..
Tiap harinya aku bersemangat karena adanya kamu di sisi, tiba pada saat ujian terberatku datang.. Ujian yg di tujukan kepada cinta kita..
Hadirnya seseorang yg mencoba memisahkan kita, sekuat mungkin aku bertahan untuk cinta kita, hingga tiba pada saat seseorang itu berniat buruk padamu, dia berjanji padaku jika aku tidak meninggalkanmu untuknya, kamu akan menderita..
Hati wanita mana yg kuat menerima ancaman yg di tujukan kepada pria yg dia cinta? Tidak ada..
Jadi keputusanku adalah..
Meninggalkanmu untuknya,
Demi tuhan aku terpaksa melakukan itu, aku melakukan itu untuk melindungimu, aku tidak ingin kamu kenapa-kenapa karenanya, aku tidak ingin kamu terluka..
Jadi ku putuskan untuk mengorbankan cintaku padamu untuknya, untuk orang yg sama sekali tidak ku cintai..
Ingin tau bagaimana perasaanku melakukan itu?
Air mata yg jatuh setiap hari lah jawaban nya..
Aku tidak pernah bisa mencintainya seperti aku mencintaimu, cinta tidak akan pernah ada jika di paksakan, itu yg ku rasakan..
2 bulan bersamamu, tetapi 7 bulan aku bersamanya..
Kenapa bisa lebih lama kamu tau?
Karena semakin lama aku bersamanya, semakin bisa pula aku melindungimu..
Walaupun aku sadar selama 7 bulan itu aku tersakiti, aku tidak bahagia, kebahagiaan yang ku perlihatkan semata-mata ku lakukan untukmu, untuk melindungimu..
Hingga tiba pada saat aku putus dengan nya, aku pun bahagia karena sudah terlepas dari belenggu ancaman nya, dan yang membuatku lebih bahagia adalah melihatmu baik-baik saja..
Aku coba untuk menghubungimu kembali, tapi aku sadar.. Kau sudah sangat membenciku.. Salahku karena tidak memberitahumu soal pengorbanan yang ku lakukan, tapi itu semua karena untuk melindungimu..
Tapi aku tidak akan menyerah untuk terus menghubungimu dan menjalin komunikasi yg baik lagi seperti dulu, tapi ternyata sudah tidak bisa..
Jangankan berharap dapat menjalin hubungan yg baik denganmu, berkomunikasi saja kamu tidak mau..
Dan betapa terkejutnya aku mendengar perubahan negatif yg terjadi padamu sekarang, temanmu berbicara padaku, kamu menjadi seperti sekarang ini setelah putus dariku waktu itu..
Kamu tau bagaimana perasaanku saat ini?
Sangat amat menyesal
Aku tidak pernah bisa menahan air mataku jika sedang mengingatmu atau ketika bertemu denganku, aku berbicara dalam hati begitu jahatnya aku padamu.. Sangat jahat
Aku bertekad dalam hati untuk merubahmu kembali baik seperti dulu, aku yg sudah membuatmu menjadi sekarang ini, jadi aku juga yg akan merubahmu.. Aku yg merasa bertanggung jawab untuk keadaan ini..
Aku terus mencoba menghubungimu walaupun aku tau kamu tidak peduli..
Aku terus mencoba menarik perhatianmu walaupun aku tau aku tidak kau anggap..
Aku tidak kau lihat..
Aku terus dan terus mencoba menghubungimu walaupun aku tau kamu tidak akan pernah membalasnya..
Aku tau seberapa lamapun aku mencoba, seberapa lamapun aku berharap, kamu tidak akan pernah mau membalas..
Hingga detik ini..
Perasaan ini bertambah sesak dan sedih ketika aku tau kamu membalas pesan teman terbaiku, tanpa kamu tau bahwa aku yg menyuruhnya untuk mengirim pesan padamu..
Kamu dengan cepat dan senang hati membalas pesan orang lain, tetapi kenapa tidak kau lakukan hal yg sama dengan pesanku?
Kamu tau karena itu sekarang aku selalu menangis, sebegitu bencinya kah kamu padaku?
1 hal yg membuatku tenang dan bahagia,
kamu baik-baik saja..
Ancaman dia yg bilang akan menyakitimu membuatku selalu khawatir akan keadaanmu..
Mendengar kabarmu baik-baik saja disana..
Itu sudah cukup buatku..
Tidak ada komentar:
Posting Komentar